96 Contoh Pepatah dalam Bahasa Indonesia

Halo sahabat sajak!

Bagaimana kabarnya?

Semoga sehat selalu, kali ini kami akan berbagi sedikit informasi tentang 96 Contoh Pepatah dalam Bahasa Indonesia. Sudah penasaran? Baik langsung saja!

96-contoh-pepatah-dalam-bahasa-indonesia
Image by Pexels from Pixabay

96 Contoh Pepatah dalam Bahasa Indonesia – Pepatah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran dari orang tua-tua (biasanya dipakai atau diucapkan untuk mematahkan lawan bicara), seperti tong kosong nyaring bunyinya, orang yang tidak berilmu banyak bualnya.

Pepatah berawalan huruf A

Ada air ada ikan – Di mana pun kita berada, pasti ada rezeki.

Ada bukit di balik pendakian – Permasalahan dalam hidup akan datang dan pergi silih berganti.

Ada gula ada semut – Orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan.

Ada hujan ada panas – Tuhan menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan.

Ada uang abang sayang, tak ada uang abang ditendang – Menyayangi seseorang hanya pada saat ia mempunyai rezeki. Jika rezeki sedang berkurang, ia akan menjauh.

Ada udang di balik batu – Seseorang yang menyembunyikan maksud jelek di balik ucapan atau tingkah lakunya.

Adat berunding di atas rumah – Jangan membicarakan sesuatu yang penting di sembarang tempat.

Adat dijunjung, lembaga disanjung, pusaka sama dijaga – Adat istiadat harus dihormati dan dijaga kelestariannya.

Adat teluk timbunan kapal, adat gunung timbunan laut – Selayaknya orang kaya menjadi tempat meminta, orang pintar menjadi tempat bertanya.

Air beriak tanda tak dalam – Orang yang banyak bicara biasanya ilmunya dangkal.

Air tenang menghanyutkan – Orang yang pendiam, terkadang mempunyai pengetahuan yang luas.

Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga – Sifat dan tingkah laku orangtua biasanya akan diturunkan kepada anaknya.

Air laut asin sendiri – Siapa lagi yang memuji kalau bukan diri sendiri.

Air susu dibalas dengan air tuba – Kebaikan dibalas dengan kejahatan.

Alamat biduk akan karam – Pertanda akan mengalami kesusahan.

Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusui – Urusan orang lain diselesaikan, sedangkan urusan sendiri diabaikan.

Anjing menggonggong kafilah berlalu – Walau berbagai rintangan menghadang, tidak boleh putus asa.

Asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam belanga – Jika sudah ditakdirkan berjodoh, ke mana pun mereka pergi, akan bertemu juga.


Baca Juga: Jenis Paragraf Berdasarkan Gaya Ekspresi


Pepatah berawalan huruf B

Baik bangsa karena budi, rusak budi bangsa binasa – Suatu bangsa yang masyarakatnya berbudi luhur akan berjaya, sebaliknya, bangsa yang masyarakatnya tidak berbudi, akan hancur.

Bayang-bayang sepanjang tubuh, selimut sepanjang badan – Melakukan sesuatu pekerjaan harus disesuaikan dengan kemampuan.

Becermin di air keruh – Meniru hal-hal buruk.

Belakang parang sekalipun kalau diasah akan tajam juga –  Orang bodoh jika mau belajar pasti jadi pintar.

Belum tahu asam garam hidup – Orang yang belum berpengalaman.

Berani karena benar, takut karena salah – Berani menanggung risiko dari setiap perbuatan.

Beramal kepada kera – Berbuat baik kepada orang yang tidak tahu diri.

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing – Suka duka dalam hidup ditanggung bersama.

Bermain api letup, bermain air basah – Setiap pekerjaan mengandung risiko.

Besar pasak daripada tiang – Jumlah pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

Biduk kalau tidak berkemudi bagaimana ia akan melaju – Pekerjaan yang tidak dikerjakan oleh ahlinya pasti akan gagal.

Biduk satu nahkoda dua – Satu pekerjaan dipimpin oleh dua orang.

Bukit tinggi akan kudaki, laut dalam akan kuseberangi – Keteguhan tekad untuk meraih cita-cita.

Bukan salah bunda mengandung, salah badan yang buruk pinta – Nasib buruk yang menimpa seseorang karena kesalahan sendiri.

Bulat air oleh pembuluh, bulat kata oleh mufakat – Suatu kesepakatan diperoleh melalui jalan musyawarah.

Buruk muka cermin dibelah – Kesalahan sendiri ditimpakan kepada orang lain.

 

Pepatah berawalan huruf C

Cepat kaki ringan tangan – Orang yang rjain dan tangkas dalam melakukan suatu pekerjaan.

Cerdik-cerdik elang, oleh murai terkoceh juga – Betapapun gagah beraninya sesorang, ia dapat dikalahkan oleh penipu yang menggunakan akal dan otaknya.

Cinta itu buta – Cinta tidak memandang kedudukan, pangkat, dan keturunan.

 

Pepatah berawalan huruf D

Dahulu parang sekarang besi, dahulu sayang sekarang benci – Perubahan hati sesorang dari sayang menjadi benci.

Dalamnya laut dapat diukur, hati manusia siapa yang tahu – Isi hati sesorang tidak seorang pun yang tahu.

Datang tampak muka, pulang tampak punggung – Bertemu dengan cara yang baik, berpisah pun dengan cara yang baik.

Datang tidak dijemput, pulang tidak diantar – Orang yang tidak diharapkan kehadirannya.

Diam di bandar tidak meniru, diam di laut tidak masin –  Orang yang enggan menuntut ilmu sekalipun ia sudah lama menetap di suatu tempat.

Diam-diam menghanyutkan – Orang yang tampaknya diam sebenarnya berilmu dan dapat memberikan kejutan.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung – Di manapun berada, kita harus menghormati adat istiadat setempat.

Dua sisi mata uang – Dua hal berada dalam satu kebutuhan yang sama.

Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi – Persamaan hak di antara manusia.

Dunia tak selebar daun kelor – Jalan keluar dari setiap masalah itu pasti ada, jangan berputus asa.

 

Pepatah berawalan huruf E

Esa hilang dua terbilang – Tekad kuat, pantang menyerah dalam mencapai tujuan.


Baca Juga: Jenis Paragraf Berdasarkan Pola Pernalaran


Pepatah berawalan huruf G

Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, kuman di seberang laut tampak – Mencari kesalahan orang lain, tetapi kesalahan sendiri tidak disadari.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang – Orang yang selalu berbuat baik, jika meninggal dunia, kebaikannya akan selalu dikenang.

Gajah bertarung dengan gajah, pelanduk mati di tengah – Jika pemimpin berselisih, rakyat kecil akan menanggung akibatnya.

Gayung bersambung, kata berjawab – Menangkis serangan lawan; menjawab atau melayani perkataan orang.

Genggam-genggam bara, terasa hangat dilepaskan – Orang yang mudah putus asa, baru mengalami sedikit kesulitan, pekerjaan itu langsung ditinggalkan.

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari – Perilaku seorang guru (pemimpin) akan ditiru oleh murid-muridnya (pengikutnya).

 

Pepatah berawalan huruf H

Habis besi karena karat, rusak nama karena perbuatan – Hendaknya kita pandai menjaga ucapan dan perbuatan agar tidak mendapat aib.

Habis manis sepsah dibuang – Memanfaatkan sesuatu pada saat benar-benar diperlukan, setelah tidak diperlukan lagi dicampakkan.

Habis perkara, nasi sudah menjadi bubur – Peristiwa yang sudah terlanjur terjadi, tidak perlu disesali.

Hangat-hangat tahi ayam – Keinginan yang tidak tetap, selalu berubah-ubah.

Harapkan burung di langit, air di tempayan ditumpahkan – Mengharapkan keuntungan besar yang belum pasti, keuntungan yang sudah ada di tangan dilepaskan.

Hari tak selamanya panas – Nasib manusia akan selalu berubah.

Harimau ditakuti sebab giginya – Orang dihormati karena kedudukannya.

Harimau mati karena belangnya – Orang yang mengalami kesusahan akrean tingkah lakunya sendiri.

Harimau menyurukkan kuku – Orang berilmu yang tidak suka memamerkan kepintarannya.

Hemat pangkal kaya, sia-sia utang tumbuh – Jika hanya ingin kaya harus hemat, karena sifat boros hanya menumbuhkan utang.

Hidup berakal, mati beramal – Melakukan sesuatu hendaknya menggunakan akal.

Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah – Selama hidup, hendaknya manusia taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat.

Hidup segan mati tak mau – Keadaan seseorang yang hidupnya sulit, tetapi masih terus bertahan.

Hilang pelanduk berganti kijang emas – Seorang janda miskin mendapat suami yang kaya raya.

Hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang – Orang miskin kerap dipandang sebelah mata.

Hilang tak tahu rimbanya, mati tak tahu kuburnya – Sesuatu yang hilang tanpa meninggalkan jejak.

Hitam-hitam kereta api, putih-putih kapur sirih – Menilai sesuatu tidak hanya dari apa yang terlihat.

Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik juga di negeri sendiri – Walaupun hidup nyaman di negeri orang lain, tidak akan senyaman hidup di negeri sendiri.

 

Pepatah berawalan huruf I

Ibu mati bapak berjalan – Seseorang yang ditimpa kemalangan secara bertubi-tubi.

Ikan belum didapat, airnya sudah keruh – Pekerjaan belum selesai, tetapi sudah terjadi perselisihan.

Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh – Ilmu dan agama harus berjalan saling beriringan.

Indah kabar daripada rupa – Kabar yang didengar biasanya lebih baik daripada keadaan sebenarnya.

Ingin hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai – Cita-cita yang terlalu tinggi sehingga tidak mungkin terjangkau.

Itik berenang di lautan mati kehausan – Orang yang berada di posisi menguntungkan, tetapi masih merasa susah.

 

Pepatah berawalan huruf J

Jalan raya titian batu – Adat atau aturan yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun.

Jangan bermain api – Jangan melakukan suatu perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri.

Jangan ajar orangtua makan kerak – Jangan mengajari orang yang berilmu dan pengalamannya sudah tinggi.

Jangan menyimpan telur dalam satu keranjang – Jangan mempertaruhkan semua harta dalam satu usaha.

Jauh panggang dari api – Kenyataan yang ada masih jauh dari harapan.

Jauh bau bunga, dekat bau tahi – Hubungan di antara manusia, jika jauh saling merindu, jika dekat saling bertengkar.

Jauh di mata dekat di hati – Walaupun saling berjauhan, tetapi merasa dekat.

Jejak dihapus hujan semalam – Sesuatu yang tidak diketahui sebab-musababnya.

Jika pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang – Jika berani menghadapi rintangan, setiap keinginan akan terwujud.

 

Pepatah berawalan huruf K

Kalah jadi abu, menang jadi arang – Perselisihan yang tidak membawa keuntungan bagi pihak manapun.

Karena nila setitik rusak susu sebelanga – Karena kejahatan kecil, hilanglah segala kebaikan yang diperbuatnya.

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah – Cinta dan kasih sayang ibu kepada anaknya tidak pernah berakhir sampai akhir hayatnya.

Kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah – Di dalam hidupnya, manusia tidak akan menemukan kebebasan, selalu terikat oleh aturan.

Kecil-kecil cabe rawit – Walaupun badannya kecil, tetapi mempunyai kemampuan besar.

Ke lembah sama menurun, ke bukit sama mendaki – Bergotong royong, seia-sekata.

Kerbau berkandang, emas berpura – Menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Kerbau dipegang talinya, manusia dipegang katanya – Berhati-hati dalam berucap karena setiap perkataan akan dipertanggungjawabkan.

Ke sawah berlumpur, ke ladang berarang – Setiap pekerjaan ada bagian-bagian yang sulitnya.

Itulah 96 Contoh Pepatah dalam Bahasa Indonesia, dari sekian banyak pepatah, pepatah apa yang sering kalian gunakan?
Ingin memberikan saran, kritik atau suka dengan artikel di atas. Tinggalkan komentar kalian di bawah!
Jangan lupa berbagi informasi ini kepada teman kalian!
Ingin karyanya dipublis? Kirim ke Surel: lelahbersajak@gmail.com

“ORANG BOLEH PANDAI SETINGGI LANGIT, TAPI SELAMA IA TIDAK MENULIS, IA AKAN HILANG DI DALAM MASYARAKAT DAN DARI SEJARAH. MENULIS ADALAH BEKERJA UNTUK KEABADIAN”
― Pramoedya Ananta Toer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here