Selasa, Oktober 20, 2020
Beranda Kata Adalah Senjata

Kata Adalah Senjata

Sajak tidak lagi menjadi senjata, sajak sudah tidak lagi mewakili rasa. Sajak sudah lelah. Mari kembalikan roh sajak dari istrahat panjangnya. Kata Adalah Senjata, mewakili setiap perasaan yang mungkin selama ini terpendam atau bahkan tidak mampu untuk muncul ke permukaan.

Kaya akan masalah Inilah negeri yang kaya raya Kaya sumber daya manusia dan alamnya Kaya karya-karyanya Kaya akan korupsinya Kaya akan ketimpangan ekonominya Kaya akan permasalahan pendidikannya Mulai dari guru honorer yang merangkak berusaha merdeka jadi pegawai negeri Ada yang pasrah, ada yang berjuang mati-matian Hingga permasalahan korupsi...
Hak asasi manusia mematikan manusia Setiap perjuangan yang diperjuangkan Pejuangnya dimatikan atau dihilangkan tanpa kabar kepastian Sungguh sulit menjadi manusia di negara yang kaya akan SDM katanya Rentetan buku hitam persoalan HAM belum juga terselesaikan Harus berapa banyak kepala negara lagi Berganti wajah tapi tidak...
Buah karya sahabat sajak Kholifatul Husna Negaraku diambang pilu Bibirku tak mampu berucap Mengucap kalimat yang tak berlogika Apalagi tak bermakna Sadarkah! Kini dunia berada pada batas diujung tanduk Berada pada batas di ujung ufuk Tahukah? Kemiskinan kini melanda ibu kota Kejahatan semakin merajalela Korupsi semakin menggila Baca juga puisi lainnya!...
Bebas terbatas aturan Janji yang dibuat menekan ekspresi untuk mati Janji yang ada hanya menghilangkan sedikit kecewa Kemudian melahirkan jutaan luka Bebas terbatas kekuasaan Mengedepankan nafsu hewani Menindas, memeras, memaksa tunduk Baca juga puisi lainnya! Janji Tinggal Kenangan Kemanusiaan sebatas janji tanpa ada aksi Solusi-solusi dibuat basi Aspirasi diutarakan...
Kembalinya sumpah pemuda Pemuda kembali bersumpah di tanah yang merindukan geloranya Pemuda kembali bersumpah di waktu yang telah tercatat sebagai sejarah Pemuda kembali bersumpah untuk berdiri gagah menghadapi segala derita Pemuda kembali bersumpah untuk menyatukan bangsa yang hampir terpecah-belah Pemuda kembali hilang di tanah...
Jadi tamu harus sopanJika diberi makan langsung bereskanJadi tamu harus sopanJangan nuntut hal-hal yang dianggap merugikan Ya, kita tamuTapi di rumah sendiriYa, kita tamuDi rumah yang dibangun oleh tumpukan belulang...
Janji tinggal kenanganJanji menuntaskan HAMFaktanya korban pelanggaran HAM bertambah Janji tinggal kenanganKasus belum selesaiCatatan hitam kembali mempertebal pekerjaan rumah wakil rakyat Janji tinggal...
Mosi tidak percaya pantas diterimaOleh Dewan Katanya Perwakilan RakyatKata lawan bergema ke seluruh penjuru negeri iniMelawan ketidakadilanMelawan penindasanMelawan kesewang-wenangan atas amanah yang telah diberikan Mosi tidak percaya pantas dikeluarkanUntuk seluruh...
Aku tidak tidak bisa diamGerak pun tidak diperhitungkan orangBiar gerakku tak ada kekuasaanSetidaknya aku sudah mencoba berkata sesuai dengan keadaan Aku tidak bisa diamMelihat ketidakadilan merajalela
Berlari, berjalan melawan penjajahIkat kepala tanda semangat juangHingga tumpah darah tak kau hiraukanRibuan nyawa penjajah kau robohkan Hujan peluru, ribuan serdadu, kau tetap terus majuBergetar bumi ini karena semangatmuSemangat merdeka...