Pengertian Puisi

Halo sahabat sajak!

Bagaimana kabarnya?

Semoga sehat selalu, kali ini kami akan berbagi sedikit informasi tentang pengertian puisi dan jenis-jenis puisi. Sudah penasaran? Baik langsung saja!

Pengertian Puisi – Puisi adalah salah satu karya sastra yang disusun untuk mengekpresikan ide, gagasan, perasaan dan emosi penyair dengan menggunakan kata-kata yang indah, melebihi bahasa yang digunakan sehari-hari.

Secara etimologis, istilah puisi berasal dari bahasa Yunani, poeima yang bermakna membuat; poesis yang berarti pembuatan atau poeties yang berarti pembuat, pembangun, atau pembentuk. Di Inggris, puisi diistilahkan sebagai poetry atau poem, yang maknanya to create atau to make (membuat, menciptakan, mencipta).

Menulis puisi berarti membentuk dunia baru, dunia yang berangkat dari realitas atau kehidupan nyata kemudian membentuk realitas baru, dunia baru yang dibangun dari pengalaman yang melahirkan pengalaman baru.

PENGERTIAN PUISI MENURUT BEBERAPA AHLI

materi-pengertian-puisi-dan-jenis-jenis-puisi
Image by cocoparisienne from Pixabay
  1. Wordsworth

Menurut Wordsworth, puisi merupakan ungkapan spontan perasaan yang kuat, yang mengungkapkan kedalaman bukan sekadar kegundahan.

  1. Suminto A. Sayuti

Menurut Suminto A. Sayuti, mendefinisikan puisi sebagai bentuk pengucapan bahasa yang memperhitungkan aspek bunyi yang mengemukakan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair yang diungkapkan dengan cara tertentu sehingga mampu membangkitkan pengalaman tertentu pada diri pembacanya.

  1. Samuel Taylor Coleridge

Menurut Samuel Taylor Coleridge, puisi adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat hubungannya.

  1. Caryle

Menurut Caryle, puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair dalam menciptakan puisi itu memikirkan bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestrasi bunyi.

  1. Auden

Menurut Auden, puisi merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-campur.

  1. Dunton

Menurut Dunton, puisi merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama.

  1. Waluyo

Menurut Waluyo, puisi merupakan karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.

Dari beberapa definisi di atas Shahnon Ahmad berpendapat, bila unsur-unsur dari pendapat-pendapat itu dipadukan, maka akan didapat garis besar tentang pengertian puisi yang sebenarnya.

Unsur-unsur tersebut berupa: emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindra, susunan kata, kata-kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-campur. Dapat disimpulkan ada tiga unsur pokok. Pertama, hal yang meliputi pemikiran, ide, atau emosi; kedua, bentuknya: dan ketiga ialah kesannya.

Puisi: Stasiun Penantian

JENIS-JENIS PUISI

materi-pengertian-puisi-dan-jenis-jenis-puisi
Image by Michal Jarmoluk from Pixabay

Terdapat dua jenis puisi, puisi lama dan puisi baru. Menurut waluyo “Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan seperti jumlah kata dalam 1 baris, jumlah baris dalam 1 bait, persajakan (rima), banyak suku kata tiap baris dan Irama.” Jenis puisi lama menurut Waluyo dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
  2. Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi.
  3. Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
  4. Seloka adalah pantun berkait.
  5. Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris , bersajak a-a-a-a, beri-si nasihat.
  6. Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
  7. Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.

Di atas telah dikemukakan jenis puisi lama menurut Waluyo. Jadi, dapat disimpulkan puisi lama sangat terikat dengan aturan yang berlaku, sehingga sulit untuk menginterpretasi makna yang terkandung dalam jenis puisi lama. Aturan yang berlaku pada jenis puisi lama tidak berbeda jauh dengan puisi baru, namun terdapat perbedaan dalam pemilihan kata atau diksi yang masih terpengaruh dengan ejaan lama.

Puisi: Bicara Percaya

Setelah kita pahami puisi lama dan jenis-jenisnya, selanjutnya kita bahas puisi baru menurut Waluyo. “Puisi baru adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan. Bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.” Jenis puisi baru dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.

Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya.

  1. Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
  2. Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.
  3. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.
  4. Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
  5. Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
  6. Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.
  7. Distikon, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).
  8. Soneta, adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris.

Itulah pengertian puisi dan jenis-jenisnya, tinggalkan komentar jika sahabat sajak suka dengan artikel di atas atau ingin memberikan masukan? Sangat dipersilahkan! Jangan lupa berbagi informasi ini kepada teman kalian!

“Aku ingin menjadi puisi yang kau susun rapih menjadi buku dalam sampul kehidupan”

Umamnih

Sumber:

Buku Yuk Nulis Puisi penulis Tjahjono Widarmanto

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Nd9xZy6wdWYJ:repository.unpas.ac.id/10144/6/10.%2520BAB%2520II.pdf+&cd=7&hl=id&ct=clnk&gl=id diakses pada tanggal 20 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here