Mudah! Cara Menulis Puisi Bagi Pemula

Halo sahabat sajak!

Bagaimana kabarnya?

Semoga sehat selalu, kali ini kami akan berbagi sedikit informasi tentang Mudah! Cara Menulis Puisi Bagi Pemula. Sudah penasaran? Baik langsung saja!

mudah-cara-menulis-puisi-bagi-pemula-yang-sangat-sederhana
Image by Pexels from Pixabay

Mudah! Cara Menulis Puisi Bagi Pemula – Puisi adalah salah satu karya sastra yang disusun untuk mengekpresikan ide, gagasan, perasaan dan emosi penyair dengan menggunakan kata-kata yang indah, melebihi bahasa yang digunakan sehari-hari.

Secara etimologis, istilah puisi berasal dari bahasa Yunani, poeima yang bermakna membuat; poesis yang berarti pembuatan atau poeties yang berarti pembuat, pembangun, atau pembentuk. Di Inggris, puisi diistilahkan sebagai poetry atau poem, yang maknanya to create atau to make (membuat, menciptakan, mencipta).

Banyak orang ingin menulis puisi yang indah, baik atau benar. Namun, kesulitan bagaimana memulainya. Banyak yang ingin diungkapkan tapi begitu sulit meluapkannya dalam bentuk kata-kata indah. Menulis puisi itu sulit, menulis itu harus dari mana, menulis itu bagaimana, kenapa puisi yang ku tulis tidak seindah orang lain, kenapa puisiku begitu sederhana, kenapa, kenapa, kenapa. Dari keresahan itu, kami akan berbagi sedikit cerita bagaimana memulai untuk menulis puisi.

Kami akan membagi 2 tahap menulis puisi, yang pertama menyiapkan bahan sebelum menulis puisi, kedua apa saja yang harus diperhatikan ketika menulis puisi. Baik sahabat sajak langsung saja inilah Cara Menulis Puisi Bagi Pemula:

Menyiapkan Bahan Sebelum Menulis

1. Bersungguh-sungguh Mengungkapkan

Berpuisi merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan isi hati. Adakalanya kita tidak bisa menceritakan semua kegundahan dengan cara bercerita langsung kepada teman. Menulis puisi adalah salah satu solusinya. Menulis puisi dianggap sulit bagi pemula, bagaimanapun kita harus memulainya, tak peduli sesulit apa, mulai dari mana, kata-kata indah akan mengalir dan tersusun begitu saja ketika kita tidak ada lagi keraguan untuk menulis puisi.

Berpuisi butuh kesungguhan, jangan ragu, sampaikan dari hati yang terdalam, selain senang, bahagia, hati pun akan merasakan sedih, sakit, kecewa, perasaan yang mungkin ingin sekali diluapkan. Sampaikan puisimu dari hati, maka akan sampai ke hati.

Percaya dirilah dengan kata-kata yang kita tulis pada tiap bait, pada tiap baris. Mendengarkan kritikan boleh saja tapi jangan sampai kritikan itu membuat kita berhenti. Semangat terus menulis. Jika ada kritikan ambil hal baiknya dan jadikan pelajaran pada kritikan yang mungkin menjatuhkan semangat menulis lagi.

Jadi, kita harus bersungguh-sungguh, berani dan percaya diri. Ibarat beribadah, kita harus memiliki niat yang tulus, lurus, dan baik.

2. Dapatkan Inspirasi Dari Berbagai Sumber

Banyak sumber-sumber yang bisa kita dapatkan untuk memperkaya kosakata dan wawasan kita.

a. Bacaan

Bacaan, salah satu sumber terbaik dan menjadi hal yang utama. Tanpa membaca kita akan kesulitan untuk menulis. Seorang pembaca belum tentu menulis, tapi seorang penulis adalah pembaca sejati. Kita bisa mendapatkan inspirasi dari bahan bacaan kita. Apa yang kita baca akan mempengaruhi gaya bahasa dalam berpuisi. Maka lebih baik, ketika ingin menulis puisi, bacalah puisi-puisi yang menurutmu indah, bacalah puisi sesuai tema puisi yang akan kita tulis.

b. Lingkungan

Lingkungan akan sangat mempengaruhi pola pikir kita dan sangat berpengaruh dalam penulisan puisi kita nantinya. Bacalah kehidupan lingkungan sekitar dengan baik, ambil pelajaran dari setiap hal yang dijumpai. Bisa saja salah satu cerita teman adalah inspirasi terbaik. Jadi, jangan menutup diri, teruslah bersosialiasi agar tahu perkembangan kehidupan.

c. Film

Beberapa orang menulis puisi karena terinspirasi dari sebuah film. Ini bisa dijadikan salah satu sumber untuk menambah perbendaharaan kosakata dan mempertajam imajinasi. Tontonlah film yang sesuai dengan tema puisi yang akan ditulis.

3. Tentukan Tema Yang Spesifik

Setelah sudah memiliki kesungguhan hati untuk mengungkapkan segala perasaan, kemudian sudah memiliki banyak sumber inspirasi. Selanjutnya, pilihlah tema yang spesifik sebelum menulis. Misalkan kita akan menulis puisi cinta, berbicara soal cinta itu sangat luas, maka buatlah lebih spesifik agar puisi yang ditulis dapat menyentuh hati pembaca.

Tentukan hal yang spesifik dari tema yang sudah ditentukan, jika ingin menulis puisi cinta. Bisa pilih cinta untuk orang tua, sahabat, atau pasangan. Kemudian pilih puisi cinta ini berbentuk kesedihan atau kebahagiaan. Cara ini sangat membantu menghindari kebiasan atau tidak fokus pembahasan. Ketika belum menentukan tema spesifik akan menimbulkan kebingungan. Ketika menulis puisi cinta orang tua jangan dicampur adukan dengan cinta kepada pasangan, perasaannya berbeda dan akan membiaskan pembahasan.


Baca Juga: Mudah! Cara Penulisan Daftar Pustaka Paling Lengkap


Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Menulis Puisi

1. Gunakan Bahasa Konotasi

Bahasa puisi itu memiliki karakteristik yang berbeda dengan bahasa pada karya atau tulisan lainnya. Selain bertumpu pada diksi yang cermat, puisi juga harus mengandung sifat konotatif.

Perhatikan contoh-contoh berikut:

  1. Selembar daun tanggal
  2. Selembar daun jatuh
  3. Selembar daun rontok
  4. Selembar daun luruh
  5. Selembar daun gugur
  6. Selembar daun rebah
  7. Selembar daun melayang

Kata tanggal, jatuh, rontok, luruh, gugur, rebah, dan melayang sebenarnya memiliki makna yang serupa. Kata-kata tersebut bisa dipilih tergantung pada suasana dan perasaan yang ingin kita sampaikan. Kata tanggal menuansakan kesia-siaan dan ketercerabutan dengan paksa. Kata jatuh menuansakan perasaan sakit, kata rontok memberi suasana ketidakberdayaan. Kata luruh memberikan suasana ketakberdayaan yang lembut. Kata gugur memberi kesan kemuliaan karena pengorbanan. Kata rebah membangun kesan kepasrahan, sedang kata melayang memberikan kesan ketakberdayaan yang mengalir pelan. Keenam kalimat di atas memiliki makna yang serupa, tetapi memiliki nuansa suasana yang berbeda yang bisa menimbulkan efek berbeda bagi pembacanya.

2. Mengandung Majas

Selain memakai bahasa konotasi, bahasa puisi juga memanfaatkan majas atau gaya bahasa. Majas merupakan tanda bahasa yang digunakan pengarang untuk mengungkapkan ide, maksud dan pikiran dengan menggunakan bahasa kias sebagai sarana penyampainnya. Gaya bahasa atau majas juga menyangkut masalah bagaimana menyusun kalimat secara efektif, secara estetis, dan mampu memberikan gambaran pada diri pembaca. Secara umum, majas memberi efek-efek tertentu, baik efek semantik maupun efek estetik.

Majas atau gaya bahasa terdiri dari majas perbandingan dan majas nonperbandingan. Baca lebih lengkap Pengertian Majas, Jenis-jenis dan Contohnya.

3. Gunakan Citraan atau Imaji

Imaji atau imagery merupakan perangkat kebahasaan yang penting untuk menghidupkan puisi. Citraan atau imaji dapat dimaknai sebagai kata atau rangkaian kata yang mampu menggugah pembayangan dan pengalaman indra para pembacanya.

Imaji berkaitan erat dengan bahasa kias, diksi, dan lambang. Kata atau rangkaian kata yang digunakan dalam pengimajian dipusatkan pada upaya untuk menyentuh pengalaman keindraan atau pembayangan dalam indra pembaca.

Banyak ragam imaji sesuai dengan jenis pengindraan. Imaji yang berkaitan dengan indra penglihatan atau visual disebut citra visual. Yang berkaitan dengan citra pendengaran disebut citra auditif. Citraan yang membayangkan dengan sesuatu yang bergerak disebut citra kinestetik. Yang berkaitan dengan indra peraba disebut citra termal atau rabaan. Ada pula citraan yang berfokus pada indra penciuman. Yang terakhir adalah citraan yang berkaitan dengan indra pencecap yang disebut citra pencecap.

4. Mementingkan Irama

Bahasa puisi juga mengedepankan irama. Bahasa puisi harus berirama. Irama dibentuk atas perulangan bunyi yang sama. Perulangan bunyi ini tidak harus terpola seperti pada puisi lama, tetapi tidak lagi disusun dengan pola yang statis tapi dinamis dengan meletakkan perulangan bunyi di mana saja.

Dalam puisi lama irama terbentuk dengan pola tertentu yang disebut pola rima. Pemakaian pola baku misalnya, seperti yang terdapat dalam pantun yang berpola rima a-b-a-b dan syair yang berpola a-a-a-a membuat puisi lama tampak statis, seperti berikut ini.

Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang
Boleh kita berjumpa lagi

Dalam puisi modern, efek musikalitas tidak harus dibentuk dengan pola dan aturan normatif semacam itu. Perhatikan puisi karya Syaf Anton di bawah ini.

Episode Waktu

Jadilah nyanyian nurani
Yang menggetarkan belantara sunyi
Waktu, batu dan kata-kata
Akhirnya sama-sama bersimpah darah
Waktu terus menggeram dalam batu
Dan di dalamnya bersemayam putik bunga
Kuharpkan nanti akan tumbuh menjadi kata
Dari sinilah kita belajar peta sejarah

Batu yang tertanam di dada
Kini pecah; terbelah

5. Hindari Klise

Hindari Klise. Puisi akan terdengar lebih “kuat jika kita bisa menghindari unsur klise (dalam hal ini, frasa yang terkesan terlalu familiar sehingga maknanya “hilang”). Pilihlah deskripsi dan citraan yang lebih kreatif untuk puisi kita agar para pembaca terkejut dan tertarik dengan tulisan kita. Jika merasa frasa atau gambaran tertentu terkesan terlalu familiar bagi para pembaca, gantilah dengan frasa atau gambaran yang lebih unik.

Sebagai contoh, kita mungkin memperhatikan penggunaan kalimat klise “Ia selalu sibuk, layaknya seekor lebah yang terbang hilir mudik” untuk mendeskripsikan seseorang dalam puisi. Kita bisa menggantinya dengan kalimat/frasa yang lebih unik, seperti “Kakinya selalu melangkah, mondar-mandir tak kenal lelah” atau “Berlari ia menyusuri lorong, dengan langkah sedikit berong.”

Setelah melalui tahap-tahap yang telah dijelaskan di atas. Sekarang saatnya memulai untuk menulis puisi. Karena, puisi yang baik adalah puisi yang ditulis. Jangan lagi ragu, jangan lagi khawatir. Kita tidak akan pernah mengetahui puisi yang ditulis indah atau tidak. Ibarat belajar memasak, mungkin masakan pertama belum nikmat untuk dimakan, dari masakan pertama itu kita akan tahu apa yang kurang, entah kurang manis, asin, asam atau lainnya. Semoga tahap-tahap menulis puisi yang sederhana di atas bermanfaat. Selamat mencoba.

Itulah artikel Mudah! Cara Menulis Puisi Bagi Pemula
Ingin memberikan saran, kritik atau suka dengan artikel di atas.
Tinggalkan komentar kalian di bawah!
Jangan lupa berbagi informasi ini kepada teman kalian!
Ingin karyanya dipublis? Kirim ke Surel: lelahbersajak@gmail.com

“ORANG BOLEH PANDAI SETINGGI LANGIT, TAPI SELAMA IA TIDAK MENULIS, IA AKAN HILANG DI DALAM MASYARAKAT DAN DARI SEJARAH. MENULIS ADALAH BEKERJA UNTUK KEABADIAN”
― Pramoedya Ananta Toer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here