Pemadanan Istilah Asing Ke Dalam Bahasa Indonesia

Halo sahabat sajak!

Bagaimana kabarnya?

Semoga sehat selalu, kali ini kami akan berbagi sedikit informasi tentang Pemadanan Istilah Asing Ke Dalam Bahasa Indonesia. Sudah penasaran? Baik langsung saja!

Pemadanan Istilah Asing Ke Dalam Bahasa Indonesia – Pemadanan menurut KBBI adalah proses, cara, perbuatan memadankan. Sedangkan Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambang dan yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Tata istilah (terminologi) adalah perangkat asas dan ketentuan pembentukan istilah serta kumpulan istilah yang dihasilkannya.

Misalnya:

Anabolisme
Demokrasi
Laik terbang

pasar modal
pemerataan
perangkap electron

Pemadanan Istilah

Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia, dan jika perlu ke salah satu bahasa serumpun, dilakukan lewat penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan penyerapan. Demi keseragaman, sumber rujukan yang diutamakan ialah istilah Inggris yang pemakaiannya bersifat internasional karena sudah dilazimkan oleh para ahli dalam bidangnya. Penulisan istilah serapan itu dilakukan dengan atau tanpa penyesuaian ejaannya berdasarkan kaidah fonotaktik, yakni hubungan urutan bunyi yang diizinkan dalam bahasa Indonesia.

Penerjemahan

1. Penerjemahan Langsung

Istilah Indonesia dapat dibentuk lewat penerjemahan berdasarkan kesesuaian makna tetapi bentuknya tidak sepadan.

Misalnya:

Supermarket
Merger 

Pasar swalayan
Gabungan usaha


Baca Juga: Mudah! Cara Menulis Puisi Bagi Pemula


Penerjemahan dapat pula dilakukan berdasarkan kesesuaian bentuk dan makna.

Misalnya:

Bonded zone
Skyscraper 

Kawasan berikat
Pencakar langit

Penerjemahan istilah asing memiliki beberapa keuntungan. Selain memperkaya kosakata Indonesia dengan sinonim, istilah terjemahan juga meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia. Jika timbul kesulitan dalam penyerapan istilah asing yang bercorak Anglo Sakson karena perbedaan antara lafal dan ejaannya, penerjemahan merupakan jalan keluar terbaik. Dalam pembentukan istilah lewat penerjemahan perlu diperhatikan pedoman berikut.

a. Penerjemahan tidak harus berasas satu kata diterjemahkan dengan satu kata.

Misalnya:

Psychologist
Medical practitioner

Ahli Psikologi
Dokter

b. Istilah asing dalam bentuk positif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk positif, sedangkan istilah dalam bentuk negatif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk negatif pula.

Misalnya:

Bound form 
Illiterate
Inorganic

Bentuk terikat (bukan bentuk takbebas)
Niraksara
Takorganik

c. Kelas kata istilah asing dalam penerjemahan sedapat-dapatnya dipertahankan pada istilah terjemahannya.

Misalnya:

Merger (nomina)
Transparent (adjektiva)
(to) filter (verba)

Gabung usaha (nomina)
Bening (adjektiva)
Menapis (verba)

d. Dalam penerjemahan istilah asing dengan bentuk plural, pemarkah kejamakannya ditanggalkan pada istilah Indonesia.

Misalnya:

Alumni 
Master of ceremonies 
Charge d’affaires

Lulusan
Pengatur acara
Kuasa usaha

2. Penerjemahan dengan Perekaan

Adakalanya upaya pemadanan istilah asing perlu dilakukan dengan menciptakan istilah baru. Istilah factoring, misalnya, sulit diterjemahkan atau diserap secara utuh. Dalam khazanah kosakata bahasa Indonesia/Melayu terdapat bentuk anjak dan piutang yang menggambarkan pengalihan hak menagih utang. Lalu, direka istilah anjak piutang sebagai padanan istilah factoring. Begitu pula pemadanan catering menjadi jasa boga dan invention menjadi rekacipta diperoleh lewat perekaan.


Baca Juga: Mudah! Cara Penulisan Daftar Pustaka Paling Lengkap


a. Penyerapan Istilah

Penyerapan istilah asing untuk menjadi istilah Indonesia dilakukan berdasarkan hal-hal berikut.

1. Istilah asing yang akan diserap meningkatkan ketersalinan bahasa asing dan bahasa Indonesia secara timbal balik (intertranslatability) mengingat keperluan masa depan.
2. Istilah asing yang akan diserap mempermudah pemahaman teks asing oleh pembaca Indonesia karena dikenal lebih dahulu.
3. Istilah asing yang akan diserap lebih ringkas jika dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya.
4. Istilah asing yang akan diserap mempermudah kesepakatan antarpakar jika padanan terjemahannya terlalu banyak sinonimnya.
5. Istilah asing yang akan diserap lebih cocok dan tepat karena tidak mengandung konotasi buruk.

Proses penyerapn istilah asing, dengan mengutamakan bentuk visualnya, dilakukan dengan cara yang berikut.

  1. Penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal

Misalnya:

Camera
Microphone
System

kamera
mikrofon
sistem

2. Penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal

Misalnya:

Design
Science
File

desain
sains
fail

3. Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal

Misalnya:

Bias
Radar
Nasal

bias
(radio detecting radar and ranging)
nasal

4. Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal

1) Penyerapan istilah asing tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika ejaan dan lafal istilah asing itu tidak berubah dalam banyak bahasa modern, istilah itu dicetak dengan huruf miring.

Misalnya:

Allegro moderato
Aufklarung
Status quo
Esprit de corps

divide et impera
dulce et utile
in vitro
vis-à-vis

2) Penyerapan istilah tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika istilah itu juga dipakai secara luas dalam kosakata umum, istilah itu tidak ditulis dengan huruf miring (dicetak dengan huruf tegak).

Misalnya:

Golf
Internet
Lift
Orbit
Sonar (sound navigation and ranging)

golf
internet
lift
orbit
suara

b. Gabungan Penerjemahan dan Penyerapan

Istilah bahasa Indonesia dapat dibentuk dengan menerjemahkan dan menyerap istilah asing sekaligus.

Misalnya:

Bound morpheme
Clay colloid
Subdivision

morfem terikat
koloid lempung
subbagian

Begitulah proses pemadanan istilah, mulai dari sekarang mari pelajari lebih banyak padanan istilah yang ada. Bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa, kebanggan NKRI dan pemersatu bangsa, belajar bahasa sejalan dengan slogan “Utamakan bahasa Indonesia, Lestarikan bahasa Daerah, Kuasai bahasa Asing”. Mempelajari bahasa Asing bukanlah sebuah kesalahan, namun menggunakan bahasa Indonesia harus kita utamakan. Itulah mengapa kami berbagi informasi ini, jika sahabat sajak mendapati kesalahan penulisan yang tidak sesuai dengan PUEBI, silahkan berikan masukan di kolom komentar.

Itulah artikel Pemadanan Istilah Asing Ke Dalam Bahasa Indonesia.
Jangan lupa berbagi informasi ini kepada teman kalian!
Ingin karyanya diunggah? Kirim ke surel: lelahbersajak@gmail.com

“ORANG BOLEH PANDAI SETINGGI LANGIT, TAPI SELAMA IA TIDAK MENULIS, IA AKAN HILANG DI DALAM MASYARAKAT DAN DARI SEJARAH. MENULIS ADALAH BEKERJA UNTUK KEABADIAN”
― Pramoedya Ananta Toer

10 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here