Pengertian Kata Benda, Ciri, Jenis, Penggunaan dan Contohnya

Halo sahabat sajak!

Bagaimana kabarnya?

Semoga sehat selalu, kali ini kami akan berbagi sedikit informasi tentang Pengertian Kata Benda, Ciri, Jenis, Penggunaan dan Contohnya. Sudah penasaran? Baik langsung saja!

Pengertian Kata

pengertian-kata-benda-nomina-dan-contohnya-jenis-jenis-ciri-ciri
Image by Karolina Grabowska from Pixabay

Pengertian Kata Benda, Ciri, Jenis, Penggunaan dan Contohnya – Dalam bahasa Indonesia terdapat bemacam-macam kata. Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Kata dapat digolongkan berdasarkan bentuknya, berdasarkan maknanya, berdasarkan perilakunya dalam frase, klausa, atau kalimat. Penggolongan kata berdasarkan perilakunya, antara lain Kata Kerja (atau verba), Kata Benda (atau nomina), Kata Sifat (atau adjektiva), dan Kata Tugas (atau partikel). Fokus pembahasan kali ini yaitu Kata Benda.

Kata Benda (Nomina)

Kata Benda adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertian. Jenis Kata Benda (atau nomina) mencakupi sejumlah kata yang biasanya menduduki posisi subjek dan objek dalam kalimat yang berpredikat verba.

  • Rudi berlari di lapangan

S        P                 Ket.

  • Sofyan memanggil Rudi

S                P            O


Baca juga: Jenis Paragraf Berdasarkan Pola Pernalaran


Kata Benda dapat dibedakan dari jenis kata yang lain berdasarkan kemungkinannya bersanding dengan unsur tertentu pada konstruksi yang lebih daripada kata. Unsur yang pertama adalah pengingkar. Dalam bahasa Indonesia, pengingkar terdiri atas tidak dan bukan. Berdasarkan kemungkinannya bersanding dengan pengingkar, jenis kata yang tergolong ke dalam Kata Benda hanya dapat didampingi oleh pengingkar bukan.

manusia

pembunuh

bukan              penyelidikan

perdamaian

makanan

kebutuhan

 

manusia

pembunuh

*tidak              penyelidikan

perdamaian

makanan

kebutuhan

Pada bagan di atas, keenam kata (manusia, pembunuh, penyelidikan, perda-maian, makanan, kebutuhan) hanya dapat didampingi oleh bukan dan tidak dapat didampingi oleh tidak. Sementara itu, pada contoh 3 dan 4, bukan dapat diikuti oleh jenis Kata Kerja dan Kata Sifat. Namun, bukan pada kedua contoh tersebut merupakan bagian dari Kata Penghubung bukan…melainkan yang tidak dapat berdiri sendiri-sendiri.

  • Dina bukan mengambil, melainkan meminjam buku itu.
  • Dia bukan marah, melainkan

Unsur yang kedua adalah penanda jumlah atau penanda kuantitas. Kata Benda merupakan jenis kata yang dapat didampingi penanda jumlah atau kuantitas yang menunjukkan jumlah tertentu pada Kata Benda yang dimaksud. Penanda jumlah tersebut umumnya adalah Kata Bilangan atau gabungan Kata Bilangan dan Kata Penggolong Benda (Kata Bantu Bilangan).

lima pesawat terbang

tiga pencuri

beberapa penemuan

sebuah pertunjukan

selusin pakaian

beberapa keputusan

Jenis kata yang tergolong ke dalam Kata Benda juga dapat diketahui dari kemampuannya bersanding dengan Kata Depan (atau preposisi) dan membentuk konstruksi Frase Depanan.

  • Saya akan mengirim surat kepada Desanti.

(a) *Saya akan mengirim surat kepada belajar.

(b) *Saya akan mengirim surat kepada malu.

  • Di Yogyakarta para pendukung partai itu berpawai.
  • Kami meneleponnya dari kantor

Baca juga: 3 Model Pembelajaran


Jenis-jenis Kata Benda

Berdasarkan ciri-ciri makna yang dikandungnya, Kata Benda dapat dibedakan atas tiga subkelompok, yaitu Kata Benda khusus (nomina khusus), Kata Benda tak khusus (nomina takkhusus), dan Kata Ganti (pronomina). Pembagian tersebut dapat dilihat secara gambling dalam bagan berikut ini.

1. Kata Benda khusus

Kata Benda                                2. Kata Benda tak khusus

3. Kata Ganti

  1. Kata Benda Khusus

Kata Benda khusus adalah Kata Benda yang merujuk nama suatu benda yang spesifik dan khas. Dengan kata lain, Kata Benda khusus hanya mengacu pada satu-satunya materi yang khas dan orisinal; tidak ada materi lain dengan sebutan atau nama demikian.

      Sri Sultan Hamengku Buwono X                   Vera Kinan

Clementino de Amaral                                    Raja Ali Haji

Jakarta                                                             Thomas Wariggai

Paskah                                                             Idul Fitri

Danau Poso                                                     Kamis

Wisma Nusantara                                            Gunung Ile

 

  1. Kata Benda Takkhusus

Sejumlah Kata Benda yang merujuk materi atau hal yang bersifat umum dikelompokkan ke dalam Kata Benda tak khusus. Materia tau hal yang bersifat umum mempunyai arti “bukan satu-satunya” dan “tidak khas”.

tangan                         kijang                          pegawai                       warung

mimpi                          masalah                       penghasilan                 roh

perkumpulan               tipuan                          keinginan                     gagasan

  1. Kata Ganti (Pronomina)

Jenis Kata Ganti dalam buku ini digolongkan ke dalam kelompok Kata Benda berdasarkan dua alasan. Pertama, Kata Ganti selalu berkaitan dengan Kata Benda karena, dalam kalimat atau ujaran, Kata Ganti berfungsi menggantikan Kata Benda. Dengan kata lain, dalam kalimat atau ujaran. Kata Ganti selalu merujuk Kata Benda yang diwakilinya. Oleh sebab itu, penjelasan mengenai Kata Ganti tidak dapat lepas dari Kata Benda.

  • Syamsudin berkata, “Saya belum membuka hadiah itu.”

(Saya = Syamsudin)

  • Faradila membeli mobil baru. Mereknya Audi.

(-nya = mobil baru Faradila)

Alasan kedua, jumlah anggota jenis Kata Ganti terbatas karena Kata Ganti termasuk kelompok kata tertutup. Jadi, sulit sekali terjadi penambahan anggota baru ke dalam jenis Kata Ganti. Contoh Kata Ganti yang dimaksud dalam buku ini adalah sebagai berikut.

  • Kamu melihat pensil merah di atas meja? Itu pensil saya.
  • Kemarin saya pergi ke Malang. Udara di sana dingin sekali.
  • Apa ini tas Saudara?
  • Ia menjadi andalan kami dalam kompetisi bulutangkis se-Jakarta.

Itulah Pengertian Kata Benda, Ciri, Jenis, Penggunaan dan Contohnya, tinggalkan komentar jika sahabat sajak suka dengan artikel di atas atau ingin memberikan masukan? Sangat dipersilahkan! Jangan lupa berbagi informasi ini kepada teman kalian!

“Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri”
― Pramoedya Ananta Toer

Sumber materi:

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia – Ernawati Waridah

Tata Bahasa Acuan Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing – Djoko Kentjono, Frans Asisi Datang, Totok Suhardiyanto, danAmalia Candrayani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here