Daftar Isi

Pengertian Majas, Jenis-Jenis dan Contohnya

Halo sahabat sajak!

Bagaimana kabarnya?

Semoga sehat selalu, kali ini kami akan berbagi sedikit informasi tentang Pengertian Majas, Jenis-Jenis dan Contohnya. Sudah penasaran? Baik langsung saja!

Pengertian Majas

pengertian-majas-jenis-jenis-dan-contohnya
Image by free stock photos from www.picjumbo.com from Pixabay

Pengertian Majas, Jenis-Jenis dan Contohnya – Menurut Moeliono, dkk (1990:545) majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain atau majas sama dengan kiasan. Kemudian, menurut Nurgiyantoro (1995:297) pemajasan (figure of speech) adalah teknik pengungkapan bahasa, penggayabahasaan, makna yang ditambahkan, makna yang tersirat atau merupakan gaya yang segaja mendayagunakan penuturan dengan memanafatkan bahasa kias.

Pengertian Majas, Jenis-Jenis dan Contohnya – Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan majas merupakan tanda bahasa yang digunakan pengarang untuk mengungkapkan ide, maksud dan pikiran dengan menggunakan bahasa kias sebagai sarana penyampainnya.

Jenis-jenis majas:

  1. Majas Perbandingan atua Kiasan

Majas perbandingan atau kiasan adalah majas yang membandingkan sesuatu dengan hal yang lain yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Kesamaan ciri antara objek terbanding dengan objek pembanding inilah yang menjadi sumber utama pemakaian majas perbandingan. Oleh karena itu, majas perbandingan maknanya tidak dapat dipahami langsung berdasarkan makna leksikal dan makna gramatikal majas itu.

Berikut ini diuraikan berbagai jenis majas perbandingan yaitu:


Baca Juga: Pengertian Puisi


a. Persamaan atau Simile

Persamaan atau simile adalah perbandingan yang bersifat eksplisit. Dalam perbandingan eksplisit sesuatu yang dimaksudkan disamakan dengan sesuatu yang lain dengan menggunakan kata perumpamaan atau pembanding secara eksplisit, misalnya: seperti, bagaikan, laksana, bak, sama dengan.

Contoh: ―pipinya bagaikan pauh dilayang

b. Metafora

Metafora adalah majas perbandingan yang kata-kata pembandinganya tidak dicantumkan. Dua hal yang dibandingkan tidak dihubungkan dengan kata-kata pembanding ata kata-kata pengumpama.

Contoh:―si hidung belang itu mendapatkan mangsa anak ABG

c. Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat yang dimilki manusia atau perilaku yang lazim dilakukan manusia kepada benda. Dengan kata lain memperlakukan benda-benda besifat dan berprilaku seperti manusia.

Contoh: ―hatinya merintih karena dia dikhianati kekasihnya

d. Metonimi

Metonimi adalah majas perbandingan yang menggunakan unsur tertentu yang paling menonjol dari objek yang dimaksudkan. Dengan demikian metonimi berarti mempergunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain, kerena mempunyai kaitan yang dekat.

Contoh: ―saya ingin memiliki honda

e. Sinekdoke

Sinekdoke adalah bahasa figuratif. Bahasa figuratif artinya majas yang menyebutkan unsur sebagian yang mengacu kepada keseluruhan (sinekdoke pars prototo) atau menyatakan keseluruhan yang mengacu pada sebagian (totum pro parte) 16

Contoh: ―Indonesia memenangkan pertandingan bulu tangkis

f. Hiperbol

Hiperbol adalah majas yang mengandung pernyataan berlebihan. Hal tersebut yaitu dengan membesar-besarkan suatu unsur dari kenyataan yang sebenarnya.

Contoh: ―darah pahlawan itu tumpah membanjiri bumi

g. Alusi

Alusi adalah suatu acuan yang digunakan untuk menyugestikan kesamaan antara orang, tempat atau peristiwa. Apabila kata, frasa, klausa, atau kalimat tersebut, orang akan serta merta ingat terhadap peristiwa, tempat, tokoh atau benda tertentu. Agar alusi tersebut dikenal orang lain maka harus bekaitan erat dengan acauan yang yang dimaksudkan penutur.

Contoh: ―Peristiwa madiun itu hendaknya tidak terulang lagi

h. Paradoks

Paradoks adalah majas yang mengandung pernyataan yang bertentangan dari kebiasaan yang ada. Paradoks disebut juga bertentangan dengan fakta-fakta yang sebenarnya.

Contoh:―orang itu kehausan di danau yang berair jernih

i. Oksimoron

Oksimoron adalah majas yang berupa frasa yang maknanya saling bertentangan untuk membangun kebalikan makna yang tajam. Dengan menggabungkan kata-kata untuk mencapai efek yang bertentangan.

Contoh: ―Melakukan teror kepada tamu di rumah kita adalah keramatamahan yang bengis

j. Eponim

Eponim adalah majas yang menggunakan nama orang ternama yang mempunyai kehebatan tertentu. Kehebatan tertentu tersebut untuk mengacu ke hal yang menjadi kehebatan khusus orang itu. Maksudnya dengan menyebut nama maka akan mengacu pada kehebatannya.

Contoh: ―kita membutuhkan Herkules untuk melumpuhkan orang itu

k. Epitet

Epitet adalah majas yang berupa frasa deskriptif untuk menggantikan nama orang, binatang, atau benda. Frasa tersebut merupakan acuan yang menyatakan ciri khusus dari seseorang atau sesuatu hal.

Contoh: dewi malam untuk menggantikan ―bulan

l. Paronomasia

Paronomasia adalah majas yang berupa permainan kata. Permainan kata tesebut berbentuk sama, tetapi maknanya berbeda. Majas paronomasia juga disebut majas yang mempergunakan kemiripan bunyi.

Contoh: ―Tanggal lima gigiku tanggal lima

m. Hipalase

Hipalase adalah majas yang berupa kata atau frasa tertentu yang digunakan untuk menerangkan pokok tertentu yang sebenarnya pokok itu tetap cocok dijelaskan dengan kata atau frasa itu. Disebut juga disebut juga kebalikan dari satu relasi alamiah antara dua komponen gagasan.

Contoh: ―pejabat itu menaiki mobil yang sangat angkuh

 

2. Majas Nonperbandingan atau Retoris

Majas nonperbandingan adalah jenis gaya bahasa dari segi internal struktur linguistik, khususnya struktur sintaksisnya yang tidak menggunakan perbandingan atau perumpamaan untuk mendapatkan makna khusus. Dalam majas nonperbandingan makna khusus dicapai dengan menata unsur frasa, menata unsur kalausa, atau menata unsur kalimat (Ngusman 2008:13). Majas nonperbandingan diuraikan sebagai berikut.

a. Klimaks

Klimaks adalah majas nonperbandingan yang dibentuk dengan meletakan satuan bahasa yang maknanya kurang penting, kemudian disusul satuan bahasa yang mengandung makna yang lebih penting, begitu terus sampai terakhir adalah satuan bahasa yang mengandung makna yang paling penting.

Contoh: ―pimpinan harus berani mengkritik, menyarankan, memperingatkan bahkan memberi sanksi kepada orang yang dipimpinnya

b. Antiklimaks

Antiklimaks adalah majas nonperbandingan yang dibentuk dengan meletakkan satuan bahasa yang maknanya paling penting, kemudian disusul dengan satuan bahasa yang mengandung makna yang agak penting, begitu terus sampai terakhir adalah satuan bahasa yang mengandung makna yang tidak penting.

Contoh: ―mereka sudah berkeluarga sendiri, tetapi timpat tinggal, kenderaan, pakaian, bahkan sendal jepitpun meminta kepada orang tuanya

c. Repetisi

Repetisi adalah majas nonperbandingan yang dibentuk dengan mengulang kata-kata kunci untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai. Repetisi terdapat pada kalimat yang berimbang.

Contoh: ―pejabat harus jujur, pejabat bublik harus profesional, pejabat publik harus setia dengan pekerjaannya, dan pejabat publik harus disiplin

d. Paralelisme

Paralelisme adalah majas yang dibentuk dengan membentuk kesejajaran pemakaian kata-kata, frasa, atau kalausa yang menduduki fungsi tertentu dalam kalimat. Kesejajaran tersebut dapat pula berbentuk anak kalimat yang terapat pada induk kalimat yang sama. Majas paralelisme terdiri dari kalimat yang berimbang.

Contoh: ―pejabat yang mengorupsi jatah orang yang ditimpa musibah tidak hanya jahat, tetapi juga biadab

e. Antitesis

Antitesis adalah majas yang mengandung gagasan yang bertentangan. Majas antitesis menggunakan kata-kata, frasa, atau klausa yang saling bertentangan gagasannya. Majas ini terdiri dari kalimat yang berimbang.

Contoh: ―tua muda, kaya miskin, laki-laki perempuan, besar-kecil, desa-kota, semua dapat berperan serta mengandung negeri ini

 f. Aliterasi

Aliterasi adalah majas yang menggunakan konsonan yang sama. Konsonan tersebut berada pada kata atau frasa untuk membentuk intensitas makna dan keindahan musikalitas tuturan. Aliterasi digunakan di dalam puisi untuk keindahan dan penekanan.

Contoh: ―kembang kempis kehidupannya kukuhkan kemiskinan

g. Anasrof

Anasrof adalah majas yang berupa pembalikan susunan bagian kalimat sehingga susunan kalimat itu tidak dalam susunan biasa. Unsur kalimat itu dapat berupa subjek, prediket, objek, atau keterangan. Hal tersebut menjadikan susunan kalimat yidak beraturan untuk mencapai tujuan.

Contoh: ―habislah sudah harapan masyarakat untuk mendapatkan keadilan karena penegak hukum telah memperjualbelikan keadilan

h. Apofasis

Apofasis adalah majas yang menutur atau penulis yang penutur atau penulis seolah-olah menutupi suatu masalah, tetapi penutur atau penulis itu justru menegaskan masalah itu. Artinya seperti menyembunyikan masalah tersebut, tetapi malah membeberkanya.

Contoh: ―dalam forum ini, sebenarnya saya tidak ingin mengatakan bahwa negara ini nyaris bangkrut karena sebagian besar penjahat berlomba-lomba mengorupsi kekayaan negara dengan cara masing-masing

i. Aposrof

Aposrof adalah majas yang berbentuk penyampaian amanat kepada orang yang tidak hadir di depannya, makhluk gaib, malaikat, jin, dewa, Tuhan, atau sesuatu yang abstrak, tetapi sebenarnya yang dituju oleh penutur atau penulis adalah orang yang hadir didepannya itu.

Contoh: ―wahai malaikat yang patuh dan tak benafsu, abdikan dirimu untuk membangun bangsa kami yang miskin dan tertindas ini.


Baca Juga: Jenis Paragraf Berdasarkan Gaya Ekspresi


j. Asidenton

Asidenton adalah majas yang gagasannya padat yang dicapai dengan memberikan kata hubung pada kata-kata, frasa, atau klausa yang sejajar. Bentuk-bentuk itu biasanya dipisah oleh tanda koma. Sehingga gagasan tersebut menjadi sejajar.

Contoh: ―ketakutan, kelaparan, gonjangan jiwa adalah ujian Allah kepada hambanya.

k. Kiasmus

Kiasmus adalah majas yang terdiri dari dua bagian. Maksudnya kata, frasa, atau klausanya bertimbang secara grmatika maupun maknanya. Akan tetapi satu di antara klausa itu susunannya terbalik dibandingkan dengan susunan klausa lainnya.

Contoh: ―semua kesabaran kami sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu.

l. Elipsis

Elipsis adalah majas yang berupa penghilangan satu kata/frasa atau lebih yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan oleh pendengar atau pembaca. Kalimat tersebut juga memenuhi struktur gratikal yang berlaku.

Contoh: ―anak-anak yang kedua orang tuanya sangat sibuk berbisnis mendapatkan meteri yang berlimapah, tetapi dari segi kasih sayang…

 m. Eufemisme

Eufemisme adalah pemakaian ungkapan yang dianggap mempunyai nilai rasa positif, misalnya halus, sopan, adil, tidak merugikan orang lain untuk menggantikan bentuk-bentuk ungkapan yang bernilai rasa negatif. Misalnya kasar, tidak sopan, zalim, dan semena-mena.

Contoh:―sikap santun dan sabar sangat diperlukan oleh pramuniaga.

n. Histeron Proteron

Histeron proteron adalah majas yang berupa kebalikan dari sesuatu yang logis. Bisa disebut juga pengungkapan gagasan yang bertentangan dengan akal sehat atau penempatan unsur kalimat yang menyimpang dari urutan yang wajar. Misalnya menempatkan bagian kalimat yang lazimnya berada di belakang menjadi di depan.

Contoh: ―orang tidak mau bekerja sama dengan dia karena dia suka berladang di punggung orang lain.

o. Ironi

Ironi atau sindiriran disebut juga penipuan atau pura-pura. Disebut juga penyampaian maksud penutur ke mitra tuturnya secara tidak langsung. Maksudnya hal yang dimaksud berbeda dengan maksud sebenarnya, dengan kata lain penutur menyampaikan maksudnya dengan sindiran secara halus.

Contoh: ―karena begitu tinggi cinta Saudara-Saudara kepada perusahaan, barang-barang inventaris perusahaan ini hilang satu persatu

p. Litotes

Litotes adalah majas yang digunakan untuk berendah hati atau merendahkan diri. Hal tersebut dilakukan dengan jalan mengungkapan sesuatu yang kurang dari semestinya. Bisa disebut juga apa yang disampaikan bukan keadaan yang sebenarnya.

Contoh: ―jika Bapak ke Padang, silahkan singgah di gubuk Saya

q. Inuendo

Inuendo adalah sindiran yang dilakukan dengan mengecilkan pertanyaan dari kenyataan yang sebenarnya. Inuendo juga disebut dengan menyatakan kritik dengan makna yang tidak langsung. Kritik itu seperi tidak menyakitkan hati, padahal malah sebaliknya.

Contoh: ―orang itu baru saja menjadi pejabat langsung kaya raya karena sedikit mengorupsi berbagai dana pembangunan

r. Periferasis

Periferasis adalah pengungkapan maksud yang tidak langsung pada sasaran Maksud itu diungkapkan dalam bentuk deskriptif sehingga jawaban itu lebih panjang dari jawaban semestinya. Sehingga kalimatnya menggunakan kata-kata yang berlebihan.

Contoh: ―jawaban atas permintaan Saudara adalah kami tidak dapat mengabulkan permintaan itu

s. Pleonasme

Pleonasme adalah penggunaan kata-kata atau frasa yang berlebihan. Maksudnya untuk menegaskan suatu maksud untuk mengungkapkan maksud secara rinci. Akan tetapi jika kata yang berlebihan itu dihilangkan maknya akan tetap utuh.

Contoh: ―api panas itu membakar rumah yang penduduknya tidur lelap

t. Prolepsis

Prolepsis adalah pembicara atau penulis mengungkapkan peristiwa atau keadaan yang secara kronologis terjadi belakangan. Peristiwa terjadi belakangan itu justru diungkapkan lebih awal.

Contoh: ―mobil hancur itu meluncur sangat kencang, sopirnya tidak dapat mengendalikannya saat berbelok sehingga mobil itu terguling-guling yang akhirnya membentur tebing batu

u. Pertanyaan retoris

Pertanyaan retoris adalah majas yang berupa pembicara atau penulis mengungkapkan pertanyaan kepada mitra tutur atau kepada pembaca, tetapi pertanyaan itu tidak perlu dijawab oleh pendengar atau pembaca. Jawaban prtanyaan itu diperkirakan relatif sama dari setiap orang.

Contoh: ―Maukah kita dalam keadaan miskin dan tertindas terus menerus?

v. Silepsis dan Zeugma

Silepsis dan zugma adalah menghubungkan sebuah kata dengan dua atau lebih kata yang lain yang satu diantara dua kata itu cocok baik secara semantik maupun gramatikal, tetapi yang lain tidak. Meskipun antara silepsis dan zeugma secara umum sama, tetapi antara silepsis dan zeugma memilki perbedaan. Ciri khas silepsis yaitu satu kata yang dipasangkan itu dua kata yang lain secara gramatikan dapat diterima, tetapi secara semantik di antara dua kata mempunyai tipe yang berbeda.

Contoh: ―fungsi dan sikap bahasa dikaji dalam sosiolinguistik‖ (silepsis), ―Tini menundukkan kepada dan badannya untuk memberikan penghormatan kepada pimpinannya

Itulah Pengertian Majas, Jenis-Jenis dan Contohnya
Ingin memberikan saran, kritik atau suka dengan artikel di atas. Tinggalkan komentar kalian di bawah!
Jangan lupa berbagi informasi ini kepada teman kalian!
Ingin karyanya dipublis? Kirim ke Surel: lelahbersajak@gmail.com

“ORANG BOLEH PANDAI SETINGGI LANGIT, TAPI SELAMA IA TIDAK MENULIS, IA AKAN HILANG DI DALAM MASYARAKAT DAN DARI SEJARAH. MENULIS ADALAH BEKERJA UNTUK KEABADIAN”
― Pramoedya Ananta Toer

Sumber: Manaf, Ngusman Abdul. 2008. Semantik Teori Dan Terapannya Dalam Bahasa Indonesia. Padang: Sukabina Offset.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here