Perkara Pandemi

Karya: Nindya Ryanti

Semua orang berbondong-bondong berkeluh kesah
Aku pun sama
Berkeluh akan kuliah online dan tugas online
Bahkan baru dua pekan aku sudah KO dengan TO

Sebagian senang dapat kuliah online, karena sebagian dari mereka memang malas untuk datang
ke kelas
Bahkan kuliah online pun mereka telat
Sebagian lagi tak tahan, bahkan merintih tertunduk akan teknologi
Mereka tak mampu membeli kuota
Mereka tak mampu terus menerus mengemis meminjam laptop serta internet untuk mengerjakan
tugas
Mereka semakin rendah dan terus merendah
Tetapi mereka membesarkan hati demi kewajiban
Kadang selalu diremehkan, bahkan sebagian dari mereka menangis sambil mengerjakan tugas
yang tak kunjung ada belas kasihan yang memberi


Baca juga: Sajak Kepanikan


Mereka mengejar dan dikejar
Mengejar mimpi mereka dan dikejar untuk kembali kepada takdir
Mereka lalui itu semua dengan tegar

Sambil melihat keadaan ibu pertiwi yang menangis

Melihat ribuan korban yang seakan dijadikan pelaku utama atas pandemi ini
Dengan rasa bangga dan rasa percaya diri mereka melawan maklumat
Mereka menyalahgunakan maklumat itu
Dengan alasan sudah bosan di karantina

Hei egois,
Bukan hanya satu dua orang yang merasakan itu
Jutaan onggokan daging bernyawa merasakan itu
Mereka bertahan dengan rasa gundah, sedih, risau, kecewa, lelah, dan lain sebagainya

Perkara Pandemi,
Kini seluruh rakyat di dunia diuji akan pengendalian emosi dan keegoisan pribadi

Jika masih ada rasa egois itu, coba lihatlah mereka yang berada di garda terdepan dalam
penanganan pandemi ini
Dokter, perawat, polisi, petani, pedagang sembako, kurir, awak pesawat, hingga yang paling
terdepan yaitu keluarga
Mereka memberikan dukungan dan kasih sayang yang luar biasa untuk kalian yang melakukan
semua kegiatan di rumah
Mereka menampung segala keluh kesahmu
Segala kegundahanmu

Segala rasa sedih dan lelahmu
Mereka telan semua itu
Mereka ganti dengan senyuman manis nan sejuk
Petiklah hikmah atas musibah
Wajar jika sekali dua kali berkeluh kesah
Tak hanya dirimu yang menahan, jutaan onggokan daging bernyawa belahan benua lain juga sama


Baca juga: Sajak Kehidupan


Dengan musibah ini mereka yang tak pernah tahu sudut rumah menjadi tahu
Mereka yang merindukan bermain dengan sang buah hati
Mereka yang rindu berbaring
Mereka yang rindu belaian ibu
Mereka yang rindu indahnya kebersamaan keluarga dan hal-hal kecil nan bermakna lainnya
mereka dapatkan itu semua

Awal pasti ada akhir
Percayalah, berdoa untuk kepulihan ibu pertiwi
Segeralah pulih wahai bumiku
Penaung jutaan insan pemilik impian memeluk cakrawala.

April, 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here