Mengenang Bimbang

Malam ini seperti malam-malam sebelumnya
Aku selalu merasakan kebimbangan yang tak kunjung hilang
Aku mulai merasakan takut
Sudah pantaskah diri ini untuk hal yang lebih

Ya, setiap malam aku terbayang-bayang
Harus bagaimana
Seperti apa
Lalu apalagi
Pertanyaan-pertanyaan yang sulit aku pecahkan muncul sepanjang malam

Aku hanya berusaha meyakinkan diri sendiri
Mendekatkan diri pada Pencipta diri
Memohon agar sedikit usaha ini dapat diterima


Baca Juga: Sajak Serius


Aku kehilangan daya
Kesulitan berkata
Aku tertekan sepanjang harinya
Terpaksa mengenang bimbang
Yang buat hidupku tak tenang

Hanya satu harapanku
Semua baik-baik saja
Tak ada yang saling meninggalkan luka
Seperti dulu yang awalnya menanam cinta

Pola kasihmu masih membekas dan tak pernah hilang
Bagaimana mungkin aku mudah untuk melupakan
Segala kebaikan yang kau berikan
Tanpa paksaan, tanpa perintah, kau lakukan itu semua penuh ketulusan cinta

Aku sadar, cinta memang tak butuh alasan
Tapi aku memiliki landasan di mana cinta itu bermukim
Ya, kamulah pemukiman cintaku
Meski aku melihat begitu banyak wanita anggun
Semerbak harum parfum dari segala ujung
Tak sedikitpun rasaku ingin menyanjung
Begitulah cinta yang dibilang buta
Tak ada keindahan ganda
Sulit rasanya cinta itu hadir
Jika itu bukan kamu

Kita sadar bahwa cinta adalah dua orang yang saling mengupayakan
Bukan sekadar berusaha menciptakan kenyamanan
Tetap untuk setia dan bertahan
Walau bahagia tidak lagi bisa dirayakan


Baca Juga: Sajak Kepastian


Kamu terlalu membiarkanku bebas dan tak menuntut apa-apa
Kamu jangan lupa
Aku hanya manusia biasa
Butuh untuk diingatkan ketika aku melakukan salah
Aku bukan manusia sempurna
Yang bisa selalu kau banggakan di hadapan benar

Aku akan tetap bertahan
Sebagaimana langkah awal ini kupijakan
Tak akan aku berpaling sampai penghujung jalan
Bersamamu yang selalu ku aamiinkan pada setiap doa kebaikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here