Terhempas
Buah Karya Sahabat Sajak
Nindya Ryanti

Anganku mengenai inginku
Aku selalu ingin pulang kepadamu
Kepada jiwa hangatmu yang kala tak menyambutku

Raungan jiwaku seperti tergodok akan keindahan tuturmu
Perihal janji?
Akulah adalah si pengingat paling jago di antara puan lainnya


Baca juga puisi lainnya! Terjebak Luka


Aku hanya ingat, sedangkan kau hanya berucap
Aku pikir dirimu lelaki satu-satunya yang sungguh-sungguh akan ucapannya
Huh, ternyata

Biarlah semesta yang menentukan takdir kita
Rinduku akan dirimu sudah kusam
Tentang cinta yang dihempaskan, lalu dibuang ke ruang paling hina
Kini pada batas penantianku aku masih menaruh ruang terindah untukmu
Bodohnya aku

Terhempas
Kini jiwaku seperti terbenam dalam lautan terdalam
Seakan melangkah jauh dari keramaian
Hilang, hampa, dan tak dapat menepi
Tapi derita semakin terasa

Aku mencoba kembali terbit, menepi, mulai mendekat ke teluk


Malu mengungkapkan isi hati, namun ingin dia mengerti? Sampaikan dengan pesan singkat di pakaianmu, Beli Sekarang! Merchandise Lelahbersajak


Cinta yang menyesakan sudah tak lagi kurasa
Lisanpun kini tak sudi berkata tentangmu
Telah tiba saatnya bagiku tuk mengikhlaskan kasih yang pernah ada, janji manis yang kala itu
menjadi jalinan terindah kita
Kita? Hah, mual sekali aku menyebutnya

Wahai jiwaku berbahagialah, sekarang saatnya melepaskan penat dan kembali pada rutinitas
Impian adalah hal yang harus diwujudkan
Mencoba hal baru untuk masa depan
Kegagalan hanyalah warna dalam kehidupan
Kiranya tak sanggup, kembalilah pada impian itu
Dirimu yang sudah berusaha keras untuk menepi dari lautan terdalam, berhak mendapatkan yang
terbaik
Beri ketulusan dan cintamu dalam setiap langkah menggapai impian itu
Untuk dirimu yang selalu hebat dalam menghadapi segala persoalan hidup
Sebagai satu alasan setiap orang berharap akan dirimu
Si puan tangguh yang terhempas namun terpancang dan kukuh


Image by 昌杰 李 from Pixabay


(Februari 2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here