Kaya akan masalah

Inilah negeri yang kaya raya
Kaya sumber daya manusia dan alamnya
Kaya karya-karyanya
Kaya akan korupsinya
Kaya akan ketimpangan ekonominya
Kaya akan permasalahan pendidikannya

Mulai dari guru honorer yang merangkak berusaha merdeka jadi pegawai negeri
Ada yang pasrah, ada yang berjuang mati-matian
Hingga permasalahan korupsi yang tidak ada habisnya
Ada saja, penyelewengan dana
Ada saja lahan untuk proyeksi memperkaya diri
Ada saja rekan politik yang mengajak untuk berkubu
Membentuk kekuatan yang enggan ditaklukan
Padahal keadilan sudah berjuang hingga titik darah penghabisan


Baca juga puisi lainnya! Hak Asasi Mematikan


Kaya akan masalah
Inilah negeri yang kucinta
Banyak orang yang teriak paling nasionalis
Nyatanya, jadi maling uang rakyat
Terang-terangan ditangkap
Tertawa seakan senang ditangkap
Kaya sekali

Media menyajikan kealiman para penguasa
Media lainnya berusaha merdeka namun tercekik perjanjian yang memaksa untuk bungkam
Buruh tani, bertani sepanjang hari tak kunjung sejahtera
Semakin hari harga padinya dibeli dengan harga yang tidak manusiawi
Ada sedikit lahan, digarap, dipermainkan tuan tanah
Jadilah gedung megah yang katanya, katanya, katanya untuk rakyat kecil
Rakyat mana yang kecil?
Rakyat kecil sesungguhnya betulan kecil atau dikecilkan oleh sistem yang mementingkan kepuasan dan kekuasaan?
Pedagang kaki lima hingga berkaki sepuluh karena lelah tak kunjung berubah nasibnya


Malu mengungkapkan isi hati, namun ingin dia mengerti? Sampaikan dengan pesan singkat di pakaianmu, Beli Sekarang! Merchandise Lelahbersajak


Ngalor-ngidul ngomong permasalahan ini
Bingung mulai dari mana dan bingung harus diakhiri dimana
Terlalu banyaknya masalah yang semakin buat hati gelisah
Sedikit menyuarakan saja bisa-bisa dihukum habis-habisan

Mau bahas apa?
Permasalahan ekonomi, dengan ketimpangannya?
Permasalahan SDM, dengan impornya?
Permasalahan HAM, dengan catatan panjangnya? Setiap tahun bukannya usai malah semakin panjang
Permasalahan politik, sudahlah, lelah rasanya
Lalu mau diakhiri dimana?
Lalu mau sampai kapan?


Image by Anthony Intraversato from Pixabay


Tapi dibalik itu semua, saya tetap suka dengan kekayaan negeri ini
Infrastruktur dibangun dimana-mana
Sampai bingung ingin bertani dan berkebun dimana
Ingin berjualan dimana
Ingin bercengkrama dengan alam dimana
Ingin bersosialisasi dengan tetangga bagaimana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here