Sajak Kepanikan

 

Semua orang panik dengan pandemi
Wakil rakyat selamat dari jeratan tekanan
Rakyatnya sakit, meninggal terus bertambah
Entah sampai kapan ini selesai

Semua orang panik seakan dunia akan selesai
Belum sempat kesana kemari
Belum sempat ini itu
Usia tak lagi panjang
Mendadak perhitungan
Pada tiap detik yang berdetak di dada
Setiap nikmatnya dirasa indah
Tapi tetap saja lupa dengan tugas sesungguhnya


Baca juga: Sajak Kesalahan


Wakil rakyat pun sibuk
Rapat merapatkan kepentingan
Kekuasan tak sedikit pun goyang
Kebijakan menguntungkan harus segera disahkan
Biarkan yang tugasnya menegur menikmati libur, tidur.
Kamuflase dari kebohongan-kebohongan yang diada-adakan

Rakyat tak boleh membaur
Diam di rumah
Diam jangan banyak bicara
Kami wakil rakyat akan mengurusi semuanya
Aduhduhduh, keluh kesah warga pinggiran.

Sajak ini. Sajak kepanikan.
Kami khawatir paduka
Semua meninggal
Lalu kami, kita, kapan?
Kita sudah lelah paduka
Disiksa kehidupan
Harus cari makan namun tidak boleh keluar
Mata pencarian kami di bawah terik matahari paduka
Di bawah atap rumah ini kami menderita
Belum ada keberpihakanmu terhadap kami paduka
Obrolan wakil dengan yang diwakilkan berlangsung panjang dan tidak menemukan titik terang

Semua orang makin panik
Dengan data korban yang setiap hari tak pernah berhenti
Semua orang berharap ini hari terakhir data itu diberitakan
Tapi tak sedikit pun penyebaran wabah ini berkurang


Baca juga: Cukup Dengan Luka


Nampaknya kita sedang ditegur
Bahwa keluarga juga butuh teguran manis
Keluarga lebih berharga dari segala yang ada
Keluarga kadang dilupakan dengan kebiasan robot yang dilakukan
Ya, manusia menjelma robot sudah membumi
Bukan fisiknya yang bekerja itu menyakitkan
Tapi hati yang diberikan tidak sedikit pun memberikan rasa nyaman
Ya, mari bersyukur sekali lagi
Mari merenung
Mari mengheningkan cipta lagi untuk bumi pertiwi

Banyak pahlawan berguguran
Barisan terdepan berperang tanpa persiapan matang
Hanya bermodal keyakinan dan keturunan ke 9 dari bambu runcing
Berperang mempertaruhkan nyawa
Biarkan jauh dari keluarga
Biarkan kapan saja kata positif melekat pada sekujur badan
Pahlawan ini masih tetap berjuang tak sedikit pun mundur ke belakang

Terima kasih pahlawan kami yang terus berjuang
Doa dan kepanikan kami menjadi satu akan terus mengudara
Untuk bumi pertiwi yang sedang bersedih
Karena kelalaian yang sering dilakukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here